Minggu pertama belajar Rust rasanya kayak berantem sama compiler. Setiap baris kode yang menurut saya benar, ditolak dengan pesan error panjang soal ownership dan lifetime. Tiga minggu kemudian, saya mulai paham: compiler-nya bukan rewel, dia lagi nyegah bug yang di bahasa lain baru ketahuan pas production.
Momen 'klik'-nya sederhana. Saya nulis kode yang minjem satu variabel di dua tempat sekaligus, borrow checker nolak. Kesel. Terus saya sadar: kalau ini JavaScript, kode yang sama bakal jalan — dan diam-diam jadi sumber bug mutasi data yang pernah bikin saya begadang di proyek kantor.
Sekarang masuk minggu keempat, progres CLI tool kecil saya lambat tapi ada. Yang berubah bukan cuma skill, tapi cara mikir: saya jadi lebih sadar siapa yang 'punya' data di kode saya, bahkan waktu balik nulis TypeScript.
Buat yang mau mulai: jangan lawan compiler-nya. Baca pesan errornya pelan-pelan — pesan error Rust itu mungkin yang paling membantu dari semua bahasa yang pernah saya pakai.